Senin, 01 Januari 2018

Inilah Ramalan 2018, 2 Peristiwa Besar Akan Terjadi Bahkan Sampai Mengubah Dunia!

 
Baba Vanga, seorang mistikus buta yang berasal dari Bulgaria ini diklaim oleh para pengikutnya bakal meramalkan sebuah peristiwa besar yang akan merubah dunia di tahun 2018 ini. wah kira-kira apa ya?
Ramalan tahun 2018 yang dikemukakan oleh Baba Vanga itu adalah China mengambil alih posisi Amerika Serikat sebagai kekuatan super dunia, serta bentuk energi baru yang akan ditemukan di planet Venus.
Baba Vanga sesungguhnya telah meninggal dunia pada tahun 1996 silam di usianya yang mencapai 85 tahun, namun ia diklaim para pengikutnya dan kalangan ahli teori konspirasi telah membuat semua ramalan jitu puluhan tahun sebelum hal itu terjadi, dan salah satunya adalah Ramalan tahun 2018 ini.

Disarankan Jangan Berkendara pada 2 Januari 2018 Malam, Ini Penjelasannya!

 
British Medical Journal mengeluarkan imbauan agar menghindari berkendara pada malam 2 Januari 2018 mendatang. Ada alasan mengapa British Medical Journal mengeluarkan maklumat ini.
Diperkirakan pada malam itu, kejadian kecelakaan fatal akan meningkat 5% dibanding dengan malam-malam lainnya. Hal ini terkait dengan kondisi alam saat itu akan terjadi full moon alias bulan purnama.
Dalam laporannya di British Medical Journal, Donald Redelmeier dan Eldar Shafir menerangkan sejak 1975 hingga 2014 telah terjadi 494 full moon.
Dalam kurun waktu tersebut terjadi 4.494 kecelakaan fatal di saat full moon.
"Artinya dalam setiap full moon terjadi 9,1 kali kecelakaan fatal dari malam hingga pagi," kata Donald Redelmeier dan Eldar Shafir yang meneliti di Amerika Serikat.
Sedangkan pada saat malam biasa, ratio kecelakaan lebih kecil yakni 8,6 kecelakaan fatal.
Penulis sendiri tak tahu pasti apa penyebab pastinya. Bisa jadi pengendara terganggu dengan menatap bulan.
Bisa juga karena tanggal 2 Januari merupakan hari pertama setelah libur panjang tahun baru.
Jadi disarankan gunakan bus untuk menuju ke rumah!
Boleh percaya, boleh juga tidak. 
Semoga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan!

Sabtu, 06 Mei 2017

Jangan Merasa Lebih Baik Daripada Orang Lain, Karena Sejatinya Allah Sedang Menutup Aibmu

Seseorang itu biasanya paling suka dipuji jika meraih prestasi. Wajar, karena memang manusia memiliki kebanggan tersendiri jika mendapat pujian. Apalagi, pujian itu datang dari orang yang dicintainya.

Jangan Merasa Lebih Baik Daripada Orang Lain, Karena Sejatinya Allah Sedang Menutup Aibmu


Nah, bagi seorang karyawan, betapa senangnya jika mendapat sanjungan dari atasannya. Bagi pimpinan, juga merasakan hal yang sama, jika mendapatkan pujian dari anak buahnya, apalagi yang memberikan pujian adalah orang yang disukainya.

Soal puji memuji, bagi manusia itu sudah biasa, yang tidak boleh itu saat mendapatkan pujian dari rekan kerja, kerabat, tetangga, membuat lupa diri. Kemudian merasa lebih baik, sombong sekaligus lupa dengan dzat yang maha dipuji yaitu Allah SWT. Ketika lupa diri, maka Allah SWT akan mencabut kenikmatan, keindahan, keberhasilan serta prestasi yang diperolehnya.

Kisah menarik dari penuturan Rasulullah SAW, yang diceritakan dalam kitab shahih Bukhori. Dulu, ada tiga orang yang sakit, yaitu kepalanya tidak tumbuh rambut (botak), kulit rusak (kusta), serta tidak bisa melihat (buta).

Ketiganya sudah berusaha sekuat tenaga (ikhtiayar) berobat, serta berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kesembuhan.

Sampai suatu ketika Allah SWT mengirimkan kepada mereka malaikat dengan menyamar menjadi manusia yang bisa mengobatinya.

Datanglah Malaikat itu kepada lelaki yang botak kepalanya. Lalu menawarkan diri akan mengobatinya. Dengan senang hati, si Botak itu sangat bahagia. Rupanya, sekali oles saja, kepalanya langsung sembuh, dan tumbuhlah rambut. Si Botak itu terlihat ganteng dan keren.

Kemudian Malaikat yang menyamar menjadi manusia itu bertanya “sekarang kamu ingin apa? Laki-laki yang baru sembuh dan tumbuh rambutnya mengatakan “saku pingin kaya”. Tidak lama kemudian, Malaikat memberinya seekor onta untuk dirawat agar terus berkembang.

Tidak lama kemudian, laki-laki yang sudah ganteng itu menjadi kaya raya karena ternaknya banyak. Rupanya, kegantengan dan kekayaan yang dimilikinya membuat dirinya semakin percaya diri. Sampai suatu ketika, Allah SWT mengutus seorang Malaikat dengan menyamar menjadi sosok yang lemah, miskin dan kekurangan datang kepada laki-laki kaya dan ganteng itu.

Kemudian Malaikat yang nyamar menjadi laki-laki miskin meminta kepada Si Botak yang sudah kaya “Pak….tolonglah saya, saya ini orang miskin dan tidak punya apa-apa. Saya ingin meminta ontanya untuk kebutuhan hidup saya”.

Mendengar rintihan itu, Si Botak yang sudah kaya menjawab “jangan,…minta kok satu onta”. Kamu tahu, saya bisa kaya seperti ini karena kerja keras. Apa yang saya miliki, merupakan hasil dari prestasi kerja saya selama bertahun-tahun. Maka, jangan seenaknya minta-minta.

Mendengar ucapakan kasar dari pemilik Onta, maka Malaikat yang menyamar menjadi manusia itu menegadahkan tanganya, bermunajat kepada Allah SWT seraya berdoa “ Ya Allah …..kembalikanlah orang ini seperti semula”. Seketika itu, laki-laki kaya yang rambutnya tumbuh, tiba-tiba kembali rontok.Ternaknya juga mati semua. Dia kembali hidup dalam kemiskinan dan dalam kondisi sakit.

Orang kaya jika bangga dengan prestasinya, lupa bahwa yang memberikan kekayaan itu adalah Allah, jika Dia berkehendak suatu saat bisa dicabut kekayaannya. Orang ganteng yang tidak bersyukur, juga akan dicabut kegantengannya, begitu juga wanita cantik. Orang yang sukses dalam karir, bangga dengan prestasinya, lupa akan jati dirinya, maka Allah SWT berhak untuk mencabutnya.

Begitu juga dengan para pemimpin yang sombong dan meremehkan orang lain.

Sejatinya, semua itu adalah kehendak Allah SWT. Tidak ada satupun daun yang jatuh, kecuali atas pengetahuan Allah SWT.

Jadi, jangan pernah merasa lebih baik dari yang lain, sementara setiap hari menyalahkan orang lain. Bukankah, semua yang ada di alam semesta ini merupakan kehendak Allah SWT. Maka, semua terserah Allah SWT. Jika ingin selamat dunia akhirat, Seorang hamba harus mengabdikan dirinya kepada Allah SWT secara totalitas dan bertawakal hanya kepada-Nya.

Lalu Apa Yang Harus Disombongkan, Jika Semua Kebaikan Yang Nampak Hanya Karena Allah Menutup Semua Aib Kita?

Karena manusia tidak mungkin terlepas dari dosa sekecil apapun. Kalau bukan karena kebaikan Allah yang menutup aib dan borok yang telah kita lakukan selama ini, bisa jadi kita tidak akan berani berjalan di atas muka bumi, saking malunya dengan dosa dan aib yang telah kita lakukan.

Wallahu A'lam.

Lebih utama mana, sedekah kepada orang miskin atau pada kerabat sendiri?

Pertanyaan diatas mungkin dirasa sepele, namun kenyataannya kebanyakan muslim yang belum tahu lebih memilih untuk bersedekah pada fakir miskin daripada bersedekah terhadap keluarga atau kerabatnya sendiri.

Sering Bersedekah untuk Orang Lain, Tapi Sudahkah Saudaramu Yang Tak Mampu Disantuni Hari Ini?


Mungkin jika ditelisik lebih lanjut, kerabat yang mungkin belum mampu akan terlihat setiap hari dan bisa memberi bantuan kalau memang sudah terlihat sangat membutuhkan sekali, atau dalam bahasa kasarnya membiarkan mereka meminta tolong terlebih dahulu.

Padahal, setiap perintah sedekah dan infak di dalam al Qur’an, selalu yang pertama kali disebutkan adalah untuk karib kerabat. Seperti yang termaktub dalam ayat berikut ini:

وءاتى المال على حبه ذوى القربى

“…. Dan memberikan harta yang ia cintai kepada karib-kerabat…..” (QS. Al Baqarah 177)

وءات ذى القربى حقه والمسكين

“Dan berikanlah kepada karib-kerabat akan haknya dan orang miskin….” (QS. Al Isra 26)

Dan banyak lagi ayat lain yang senada dengan itu. Jika kita cermati, ada satu pesan yang sangat penting untuk kita amalkan. Yaitu mendahulukan karib kerabat atau orang terdekat untuk menerima infak atau apapun bentuk kebaikan. Sebelum kita memberi kepada orang lain, kita harus perhatikan apakah ada di antara orang terdekat yang masih membutuhkan atau semua sudah makmur, tidak perlu disantuni lagi.

Amat disayangkan jika seseorang memiliki kekayaan yang membuat ia mampu menyantuni orang lain, dan ia sangat peduli dengan dengan masalah sosial di lingkungannya, mudah memberi kepada fakir miskin, anak yatim dan berbagai bentuk amal sosial lainnya.

Namun sayang beribu sayang ia sangat cuek dan pelit kepada saudara kandungnya sendiri.

Barangkali ia merasa pemberian kepada keluarga terdekat tidak mendapatkan pahala. Padahal justru itulah yang lebih besar pahalanya di sisi Allah. Oleh karena itu pemahaman yang salah ini perlu diluruskan.

Tidakkah memilukan, bila seseorang tinggal di rumah yang bagaikan istana, sementara saudara kandungnya tinggal di rumah RSSS (rumah sangat sederhana sekali). Tidakkah kita mengangkat alis bila seseorang mempunyai kekayaan besar, turun dari satu mobil mewah dengan dibukakan pintu oleh para ajudan, berpindah dari satu gedung mewah ke gedung mewah berikutnya.

Namun saudara kandungnya menjadi kuli atau babu yang siap diperintah-perintah dengan suara tinggi sambil diacungi telunjuk kiri, wajahnya penuh ketakutan dengan kepala tertunduk serta badan yang membungkuk.

Ingatlah.. Rasulullah SAW bersabda:

يا أمة محمد، والذي بعثني بالحق لا يقبل الله صدقة من رجل وله قرابة محتاجون إلى صلته ويصرفها إلى غيرهم. والذي نفسي بيده، لا ينظر الله إليه يوم القيامة

“….Wahai umat Muhammad, demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran, Allah tidak akan menerima sedekah seseorang yang mempunyai kerabat yang membutuhkan bantuannya, sementara ia memberikan sedekah atau bantuan itu kepada orang lain. Dan demi Allah yang jiwaku berada dalam genggamannya, Allah tidak akan memandangnya di hari kiamat nanti”. (HR. Thabrani)

Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

الصدقة على المسكين صدقة، وعلى القريب صدقتان، صدقة وصلة

“Sedekah kepada orang miskin dinilai satu sedekah, sedangkan kepada karib (saudara dekat) nilainya sama dengan dua, nilai sedekah dan nilai menghubungkan persaudaraan”.


Ada pesan penting yang sangat jelas disini:

“Jika anda menjadi orang yang kaya, jadikanlah orang terdekat anda yang pertama sekali merasakan kekayaan itu. Ibu-bapak, anak-istri, saudara kandung, baru yang lainnya. Jangan sampai masyarakat anda memuji kedermawanan anda, sementara orang terdekat mengurut dada karena kebakhilan anda, padahal mereka dianggap kaya oleh orang lain karena anda sebagai saudaranya”.

Jadi kesimpulannya adalah, jelas anjuran Rasullulah SAW bahwa bersedekah kepada keluarga dan kerabat karib terdekat kita justru mendapat lebih besar pahala di sisi Allah SWT. Namun jangan sampai menjadikan apa yang sudah disedehkan kepada mereka malah menjadikan kerabat lebih rendah derajatnya. Sayangi saudaramu dan bantulah mereka yang membutuhkan agar terjalin rasa kasih sayang, dan hal itulah yang menjadikan Allah SWT selalu memberikan kelancaran rezeki untuk kita semua.

MasyaAllah, Ternyata Terompet Sangkakala Sudah Berada di Bibir Malaikat.. Tolong dibagikan agar banyak yang sadar



Hari kiamat memang selalu menjadi pembahasan yang menarik. Ada pihak yang mengimaninya, namun ada pula yang meragukannya.

Bagi Umat Islam sendiri, Kiamat yang berarti kehancuran alam semesta memang sudah pasti akan terjadi. Kedatangan hari kiamat ini diawali dengan tiupan terompet dari Malaikat Israfil atas perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Terompet pertanda kiamat tersebut ditiup sebanyak tiga kali. Pada tiupan pertama akan terjadi goncangan dahsyat di langit dan bumi. Tiupan yang kedua membuat semua makhluk hidup tewas seketika. Ketiga barulah manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk mendapatkan pengadilan tertinggi.

Memang tak ada yang tahu pasti kapan Terompet Sangkakala itu akan ditiup oleh Malaikat Israfil. Namun tahukah anda jika saat ini terompet sangkakala tersebut sudah berada di bibir Malaikat Israfil, Ia hanya menunggu perintah dari Allah, maka kiamat yang ditakuti oleh sebagian besar manusia itu tidak akan bisa dihindari. Ingin tahu selengkapnya? Berikut ulasannya.

Kebenaran terompet sangkakala ini sudah banyak dijelaskan Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam Alquran. Bahwa sebelum kiamat nanti terompet akan ditiup sebanyak tiga kali. Tiga tiupan tersebut sudah dijelaskan dalam beberapa ayat Al Qur'an. Diantaranya dalam terdapat dalam surat An-Naml: 87 dan az-Zumar: 68


“Dan (ingatlah) hari ketika ditiup sangkakala, terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (An-Naml: 87)

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, mereka meriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairah,

Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

“Jarak antara kedua tiupan itu adalah empat puluh”

“Ya Abu Hurairah, apakah empat puluh itu?” tanya sahabat.

“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah.

“Apakah empat puluh bulan?” tanya sahabat.

“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah.

“Apakah empat puluh tahun?” tanya sahabat lagi.

“Saya tidak tahu,” Jawab Abu Hurairah.

“Kemudian Allah menurunkan hujan, maka hiduplah kembali manusia seperti pepohonan yang disiram air. Ketika itu tubuh anggota tubuh manusia rusak, kecuali sebuah tulang, yaitu tulang punggung bagian bawah (ekor). Dari tulang itulah manusia dihimpun kembali bentuknya kelak pada hari kiamat ” (HR.Syaikhoin)

Ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (hisab). (QS. az-Zumar: 68).

Meski tak ada satupun makhluk yang mengetahui kapan datangnya hari kiamat, namun Nabi Muhammad telah mengabarkan jika waktunya sudah dekat. Bahkan, kini terompet tersebut sudah berada di bibir Malaikat Israfil.

Abu Sa’id ra. Mengungkapkan, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda “Bagaimana aku dapat merasakan nikmat, sebab malaikat pemegang sangkakala sudah memasukan sangkakala (ke mulutnya). Dan Ia pasti akan langsung meniup sangkakala itu, jika telah mendengar perintah untuk meniupnya,”

Para sahabat yang mendengar riwayat tersebut merasa takut, lalu Rasulullah bersabda “Ucapkanlah, Cukupkanlah Allah sebagai penolong kami, dan Dia sebaik-baiknya pelindung. Hanya kepada Allah lah kami bertawakkal (berserah diri).” (HR. Tirmidzi)

Lantas, bagaimana dengan kita yang hidup pada 1400 tahun setelah Rasulullah? Bukankah kedatangan kiamat semakin dekat lagi? Semoga, setiap hari kita bisa menambah pundi-pundi amal, sebagai bekal untuk menuju kehidupan yang kekal. Aamiin ya Robb.

Kamis, 24 November 2016

Naudzubillah !! Merinding Bacanya...!!! Kisah Wanita Ta’at Beribadah Namun Tak Bisa Masuk Surga Karena ‘Menyepelekan’ Hal Ini...


Al-Kisah diceritakan, ada seorang wanita yang dikenal taat dalam beribadah. Dia sangat rajin melakukan ibadah wajib maupun sunnah. Hanya ada satu kekurangannya, ia tak mau berjilbab menutupi auratnya.

Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum, seraya menjawab: “Insya Allah yang penting hati dulu yang berjilbab.” Sudah banyak orang yang menanyakan maupun menasihatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga suatu malam ia bermimpi sedang berada disebuah taman yang indah. Rumputnya sangat hijau. Berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan bagaimana segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih.

Airnya kelihatan melintas di pinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ada beberapa wanita di situ yang terlintas juga menikmati pemandangan keindahan taman.

Ia pun menghampiri salah satu wanita tersebut. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut. “Assalamu’alaikum saudariku…” “Wa’alaikum salam…, selamat datang wahai saudariku…” “Terimakasih, apakah ini syurga?” Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan wahai saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum surga.”

“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini…” Wanita itu tersenyum lagi kemudian bertanya, “Amalan apa yang bisa membuatmu kembali wahai sudariku?” “Aku selalu menjaga shalat, dan aku menambah dengan ibadah-ibadah sunnah. Alhamdulillah.”

Tiba-tiba jauh diujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka, dan ia melihat beberapa wanita yang di taman tadi mulai memasukinya satu per satu. “Ayo, kita ikuti mereka!” Kata wanita itu sambil setengah berlari. “Apa di balik pintu itu?” “Tentu saja surga

wahai saudariku…”


Larinya semakin cepat. “Tunggu… tunggu aku…” Ia berlari sekancang-kencangnya, namun tetap tertinggal. Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Namun ia tetap saja tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari sekuat tenaga.

Ia lalu berteriak, “Amalan apa yang engkau lakukan sehingga engkau tampak begitu ringan?” “Sama denganmu wahai saudariku…” Jawab wanita itu sambil tersenyum. Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yang engkau lakukan yang tidak aku lakukan?” Wanita itu menatapnya dan tersenyum lalu berkata, “Apakah engkau tidak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?”

Ia sudah kehabisan nafas, tak mampu lagi menjawab, “Apakah engkau mengira bahwa Rabbmu akan mengizinkanmu masuk ke surga-Nya tanpa jilbab penutup aurat?” Kata wanita itu. Tubuh wanita itu telah melewati, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata, “Sungguh disayangkan, amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Cukuplah surga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”

Ia tertegun… lalu terbangun… beristighfar lalu mengambil wudhu. Ia tunaikan shalat Malam, menangis dan menyesali perkataannya dahulu.

Dan sekarang ia berjanji sejak saat ini ia akan MENUTUP AURATNYA.

Allah SWT Berfirman “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, ‘hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al- Ahzab: 59)

Berjilbab adalah perintah langsung dari ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, lewat utusan-Nya yakni baginda Nabi Besar Muhammad Rasulullah Saw. Yang namanya perintah dari ALLAH adalah wajib bagi seorang hamba untuk mematuhi-Nya. Dan apabila dilanggar, ini jelas ia telah berdosa.

Semoga cerita di atas mengilhami bagi wanita yang belum berhijab. Karna berhijab bukan sekedar menjadi identitas seorang musimah saja tapi ini adalah kewajiban yang harus di kerjakan. Semoga bermanfaat buat semua. 
Sumber: https://8inspirasi.blogspot.com